Pengertian Prasasti dan Bahan Bahan Pembuatnya

Pengertian Prasasti dan Bahan Bahan Pembuatnya ~ Cerita-cerita atau pweristiwa yang terjadi pada masa lalu dapat kita ketahui dari peninggalan-peninggalan yang banyak ditemukan. Khususnya di Indonesia, peristiwa yang terjadi pada kerajaan-kerajaan terdahulu banyak dituliskan pada sumber sejara berupa Prasasti-prasasti.

Prasasti [image by viva.co.id], 
Prasasti berarti pengumuman atau proklamasi, semacam perundang-undangan yang memuji raja, dan biasanya berbentuk puisi atau bahasa puisi. Dalam istilah bahasa Inggris disebut enloggistie. Istilah lain untuk prasasti adalah inscriptie atau piagam. Ilmu yang mempelajari tentang prasasti disebut epigraphy.

Prasasti ada yang terbuat dari batu (disebut Caila Prasasti), dari logam, atau dari batu bata. Wujud prasasti yang berupa batu (Caila Prasasti) terdiri atas:
  1. batu biasa (batu kali) disebut natural stone;
  2. batu lingga (batu lambang Siwa);
  3. pseudo lingga (lingga semu), biasanya berupa batu patok atau batu pembatas;
  4. batu yoni (lambang isteri Siwa), biasanya juga disebut lambang wanita.
Adapun prasasti dari logam terbuat dari tembaga, perunggu, atau emas. Prasasti dari perunggu, misalnya, prasasti dari Airlangga, yakni prasasti Calcutta. Prasasti yang berupa batu bata disebut juga Terra Cotta. Prasasti dari batu bata ini di Indonesia hanya sedikit sekali kita dapatkan. Contohnya adalah prasasti di candi Sentul.

Sumber referensi: Cakrawala Sejarah 1 : untuk SMA / MA Kelas XI / penulis, Wardaya ; editor, Sugiharti ; illustrator, Mulyanto . — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Pengertian dan Macam Macam Sumber Sejarah Menurut Moh. Ali dan Muh. Yamin

Pengertian dan Macam Macam Sumber Sejarah Menurut Moh. Ali dan Muh. Yamin ~ Sumber sejarah adalah semua yang menjadi pokok sejarah. Menurut Moh. Ali, yang dimaksud sumber sejarah adalah segala sesuatu yang berwujud dan tidak berwujud serta berguna bagi penelitian sejarah sejak zaman purba sampai sekarang. Sementara Muh. Yamin mengatakan bahwa sumber sejarah adalah kumpulan benda kebudayaan untuk membuktikan sejarah.

Sumber sejarah tertulis [image by pelajaran.co.id], 
Ada tiga macam sumber sejarah, yaitu sumber tertuli, sumber lisan, dan sumber benda.

1. Sumber tertulis
Sumber tertulis adalah sumber sejarah yang diperoleh melalui peninggalanpeninggalan tertulis, catatan peristiwa yang terjadi di masa lampau, misalnya prasasti, dokumen, naskah, piagam, babad, surat kabar, tambo (catatan tahunan dari Cina), dan rekaman. Sumber tertulis dibedakan menjadi dua, yaitu sumber primer (dokumen) dan sumber sekunder (buku perpustakaan).

2. Sumber lisan
Sumber lisan adalah keterangan langsung dari para pelaku atau saksi mata dari peristiwa yang terjadi di masa lampau. Misalnya, seorang anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang pernah ikut Serangan Umum menceritakan peristiwa yang dialami kepada orang lain, apa yang dialami dan dilihat serta yang dilakukannya merupakan penuturan lisan (sumber lisan) yang dapat dipakai untuk bahan penelitian sejarah.

Dapat juga berupa penuturan masyarakat di sekitar kota Yogyakarta saat 1 Maret 1949 yang ikut menyaksikan Serangan Umum tersebut, penuturannya juga dapat dikategorikan sebagai sumber lisan. Jika sumber lisan berupa cerita rakyat (folklore), maka perlu dicermati kebenarannya sebab penuh dengan berbagai mitos.

3. Sumber benda
Sumber benda adalah sumber sejarah yang diperoleh dari peninggalan bendabenda kebudayaan, misalnya, alat-alat atau benda budaya, seperti kapak, gerabah, perhiasan, manik-manik, candi, dan patung.

Sumber referensi: Cakrawala Sejarah 1 : untuk SMA / MA Kelas XI / penulis, Wardaya ; editor, Sugiharti ; illustrator, Mulyanto . — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Masa Periodisasi Sejarah Indonesia Menurut Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo

 Masa Periodisasi Sejarah Indonesia Menurut Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo ~ Rentang waktu atau masa sejak manusia ada hingga sekarang merupakan rentang yang sangat panjang, sehingga para ahli sejarah sering mengalami kesulitan untuk memahami dan membahas masalah-masalah yang muncul dalam sejarah kehidupan manusia. Untuk mempermudah pembabakan kehidupan manusia, para ahli menyusun periodisasi sejarah.

Masa periodisasi sejarah indonesia [image by jokowarino.id], 
Menurut pemikiran Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo, sebagai dasar bagi babakan masa (periodisasi) adalah derajat integrasi yang tercapai di Indonesia pada masa lampau. Menurut pemikirannya, faktor ekonomi sangat memengaruhi perkembangan sosial, politik, dan kultur di Indonesia.

Faktor ekonomi memengaruhi kontak Indonesia dengan luar negeri yang mendatangkan pengaruh kebudayaan luar, baik budaya Hindu dari India, budaya Islam dari Asia Barat, serta budaya barat baik dari Eropa ataunegara-negara lainnya. Maka ada kemungkinan untuk membedakan dua periode besar, yaitu pengaruh Hindu dan pengaruh Islam.

Sebutan dari periode itu memakai nama kerajaan sebab sifat masyarakat pada waktu itu masih homogen dan berpusat pada raja (istana sentris). Adapun periodisasi yang diusulkan oleh Prof. Dr. Sartono adalah sebagai berikut.
  1. Prasejarah
  2. Zaman Kuno
    • Masa kerajaan-kerajaan tertua
    • Masa Sriwijaya (dari abad VII – XIII atau XIV).
    • Masa Majapahit (dari abad XIV – XV).
  3. Zaman Baru
    • Masa Aceh, Mataram, Makassar/Ternate/Tidore (sejak abad XVI).
    • Masa perlawanan terhadap Imperialisme Barat (abad XIX).
    • Masa pergerakan nasional (abad XX).
  4. Masa Republik Indonesia (sejak tahun 1945).
Sumber referensi: Cakrawala Sejarah 1 : untuk SMA / MA Kelas XI / penulis, Wardaya ; editor, Sugiharti ; illustrator, Mulyanto . — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Pengertian Zaman Praaksara dan Zaman Sejarah

Pengertian Zaman Praaksara dan Zaman Sejarah ~ Pengertian periodisasi diartikan sebagai pembabakan waktu yang dipergunakan untuk berbagai peristiwa. Kompleksnya peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia pada setiap masa memerlukan suatu pengklasifikasian berdasarkan bentuk serta jenis peristiwa tersebut. Peristiwa-peristiwa yang telah diklasifikasikan itu disusun secara kronologis berdasarkan urutan waktu kejadiannya.

Pengertian zaman praaksara dan zaman sejarah [image by eduspensa.id], 
Rentang waktu atau masa sejak manusia ada hingga sekarang merupakan rentang yang sangat panjang, sehingga para ahli sejarah sering mengalami kesulitan untuk memahami dan membahas masalah-masalah yang muncul dalam sejarah kehidupan manusia. Untuk mempermudah pembabakan kehidupan manusia, para ahli menyusun periodisasi sejarah.

Periodisasi digunakan untuk mempermudah pemahaman dan pembahasan sejarah kehidupan manusia. Periodisasi yang dibuat oleh banyak peneliti berakibat adanya perbedaan-perbedaan pandangan sehingga periodisasi sejarah bersifat subjektif yang dipengaruhi subjek permasalahan serta pribadi penelitinya. Dalam sejarah Indonesia, periodisasi dibagi dua, yaitu zaman praaksara dan zaman sejarah.

Zaman praaksara, yaitu zaman sebelum manusia mengenal tulisan. Sejarah dapat dipelajari berdasarkan peninggalan benda-benda purbakala berupa artefak, fitur, ekofak, dan situs. Artefak adalah semua benda yang jelas memperlihatkan hasil garapan sebagian atau seluruhnya sebagai pengubahan sumber alam oleh tangan manusia. Fitur adalah artefak yang tidak dapat dipindahkan tanpa merusak tempatnya. Ekofak adalah benda dari unsur lingkungan abiotik atau biotik. Situs adalah bidang tanah yang mengandung peninggalan purbakala.

Zaman sejarah, yaitu zaman di mana manusia sudah mengenal tulisan. Zaman sejarah dibagi tiga sebagai berikut.
  1. Zaman Kuno, yang membicarakan sejak kerajaan tertua sampai abad ke-14. Pada zaman ini, berkembang kebudayaan Indonesia yang dipengaruhi agama Hindu dan Buddha.
  2. Zaman Indonesia Baru, mulai abad ke-15 yang membicarakan masa berkembangnya budaya Islam sampai abad ke-18.
  3. Zaman Indonesia Modern, sejak masa pemerintahan Hindia Belanda (1800), pergerakan kemerdekaan Indonesia merdeka sampai sekarang atau masa kontemporer.
Sumber referensi: Cakrawala Sejarah 1 : untuk SMA / MA Kelas XI / penulis, Wardaya ; editor, Sugiharti ; illustrator, Mulyanto . — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Konsep Periodisasi Sejarah Indonesia Menurut Prof. Dr. Soekanto

Konsep Periodisasi Sejarah Indonesia Menurut Prof. Dr. Soekanto ~ Periodisasi diartikan sebagai pembabakan waktu yang dipergunakan untuk berbagai peristiwa. Kompleksnya peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia pada setiap masa memerlukan suatu pengklasifikasian berdasarkan bentuk serta jenis peristiwa tersebut. Peristiwa-peristiwa yang telah diklasifikasikan itu disusun secara kronologis berdasarkan urutan waktu kejadiannya.

Gambar ilustrasi periodisasi sejarah [image by Jagad.id], 
Menurut pendapat Dr. Soekanto, periodisasi hendaknya berdasarkan ketatanegaraan artinya bersifat politik. Pembagian atas babakan masa (periodisasi) yang berdasarkan kenyataan-kenyataan sedapat mungkin harus eksak serta praktis. Menurutnya, periodisasi sejarah Indonesia diusulkan secara kronologis sebagai berikut.
  1. Masa pangkal sejarah : – 0
  2. Masa Kutai-Tarumanegara : 0 – 600
  3. Masa Sriwijaya-Medang-Singosari : 600 – 1300
  4. Masa Majapahit : 1300 – 1500
  5. Masa Kerajaan Islam : 1500 – 1600
  6. Masa Aceh, Mataram, Makassar : 1600 – 1700
  7. Masa pemerintah asing : 1700 – 1945
    • Zaman Kompeni (1800 – 1808)
    • Zaman Daendels (1808 – 1811)
    • Zaman British Government (1811 – 1816)
    • Zaman Nederlands – India (1816 – 1942)
    • Zaman Nippon (1942 – 1945)
  8. Masa Republik Indonesia : 1945 – sekarang
Sumber referensi: Cakrawala Sejarah 1 : untuk SMA / MA Kelas XI / penulis, Wardaya ; editor, Sugiharti ; illustrator, Mulyanto . — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.